INGIN
SUKSES, CUKUP BELAJAR DARI ORANG CINA
“Tuntutlah ilmu walaupun
sampai ke negeri China.” Begitulah isi pesan hadits populer yang sering kita dengar. Tak perlu
diperdebatkan, apakah hadits ini kuat atau lemah? Ataukah ini hanyalah sebuah
pribahasa.? Yang pasti kita bisa mengambil hikmah dibalik pesan ini, bahwa
bangsa cina adalah bangsa yang beradab, maju dan berilmu pengetahuan.
Tak perlu diragukan lagi
kesuksesan orang-orang cina dalam segala bidang usaha yang digelutinya. Menurut
data, lebih dari 100 perusahaan besar yang ada diasia tenggara dikuasai oleh orang
cina. Bahkan khusus di indonesia menurut kajian Fujitsu Research di Tokyo mengemukankan bahwa daftar
perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, sekitar 73% dikuasai oleh etnis
cina. Meskipun hanya etnis minoritas dan perantau tapi mereka mampu mendominasi,
terutama dalam bidang perdagangan. Hal inilah mungkin yang menjadi semangat
hidup orang-orag cina.
Strategi untuk bertahan hidup
sebagai etnis minoritas satu-satunya adalah menjadi pedagang atau berwirausaha.
Sebab orang-orang cina dahulu tidak mempunyai lahan pertanian yang memberi
mereka jaminan hidup. Mereka hanya butuh lahan dengan lokasi yang strategis
untuk membuka lahan perdagangan. Tidak jarang tempat orang cina berdagang hanya
diatas tanah dengan luas 6 x 9 meter. Akan tetapi lahan yang relatif sempit itu
mampu dijadikan tempat berdagang dan mampu menghidupi seluruh keluarga.
Lalu apa rahasianya orang-orang
cina sukses?
Rahasia membuat orang-orang cina
sukses dalam setiap kehidupan mereka yaitu yaitu “motivasi dan kemampuan”. Ketika
motivasi dan kemampuan sudah menjadi satu-kesatuan bulat dalam pribadi
seseorang, maka tak ada alasan untuk seorang tersebut gagal. orang-orang cina
selalau menjaga dan melestarikan ajaran leluhur mereka. Sikap orang-orang cina
ini disemangati oleh triologi ajaran konfisius yaitu :
1.
Hopeng yaitu cara berhubungan
baik dengan relasi. Tanpa hubungan yang baik dengan relasi, maka dapat dipastikan
apapun usaha yang sedang dibangun tidak akan berkembang. Hopeng disini
dimaksudkan adalah menjalin dan menjaga silaturahmi dengan setiap orang,
terutama menyangkut dengan orang-orang yang bidang usahanya sama.
2.
Hong Sui yaitu
kepercayaan pada faktor-faktor ilmiah yang menunjang nasib baik dan buruk
manusia. Hong Sui dapat dimaknai suatu bakat/potensi/skill seseorang. Orang
cina percaya bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Oleh karena itu, Ketika seseorang mampu menggunakan kelebihan
bakat atau potensi yang dimilikinya maka kesuksesan akan mudah diraihnya.
3.
Hokie yaitu menyangkut
peruntungan dan nasib baik. Hokie dipersepsikan bagaimana menyiasati nasib agar
selalu mendapat nasib baik. Orang-orang cina sangat meyakini bahwa setiap jalan
menuju kesuksesan pasti akan begitu banyak halangan maupun rintangan yang akan
dihadapi. Disinilah orang-orang cina berusaha mencari solusi agar apa yang
sedang diusahakan tidak mengalami kegagalan yang total. Gagal berapa kali bagi
orang cina tidak berarti gagal untuk seterusnya, asalkan tidak gagal total. Prinsip
orang cina “kalaupun kita tidak berhasil,
minimal kita tidak jatuh dalam kegagalan yang total”.
Selain dari ajaran konfisius
diatas, orang-orang cina juga mengaplikasikan prinsip-prinsip ajaran dari Tao
Zhu Gong. Tao Zhu Gong adalah seoarang
ahli strategi militer yang mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai perdana
menteri dan memutuskan untuk menjadi seorang pembisnis. Berbekal pengalamannya
sebagai ahli strategi militer akhirnya Tao Zhu Gong mampu menjadi pengusaha sukses
dizamannya dan mendapat julukan taipan multi milioner. Ia membangun kekayaannya
setara dengan kekayaan Bill Gate dizaman modern sekarang ini. Lalu apa prinsip-prinsip
Tao zhu gong terebut? Ada dua belas prinsip-prinsip bisnis tao zhu gong yaitu :
1.
kemampuan mengenali
orang,
2.
Kemampuan menangani orang,
3.
Kemampuan berfokus pada
bisnis
4.
Kemampuan mengorganisasi
5.
Kemampuan bersikap
tangkas dan fleksibel
6.
Kemampuan menagih
pembayaran
7.
Kemampuan memperkejakan
orang yang tepat
8.
Kemampuan berbicara
9.
Kemampuan unggul dalam
pembelian
10.
Kemampuan mendiagnosis
dan mengambil peluang
11.
Kemampuan memulai dan
menjadi contoh
12.
Kemampuan melihat jauh
kedepan
Orang cina sangat memegang
filosofi gaya hidup mereka. mereka cenderung rajin dan ulet. Selain itu mereka
hidup sederhana dan hemat. Mereka sangat memegang pribahasa “pengeluaran disesuaikan dengan pemasukan”.
Selain itu juga orang-orang cina
selalu berusaha menjaga kepercayaan pelanggan maupun rekan bisnisnya. Kepercayaan
inilah yang menjadi penentu sukses orang cina dalam setiap usahanya. Bekerja keras,
membuka peluang dan berani mengambil risiko merupakan kunci keberhasilan. Dan kegagalan
sangat ditentukan oleh sikap, usaha serta keyakinan.
*****
Akhir cerita inilah sekilas tips,
mengapa orang-orang cina bisa sukses. Sangat perlu sekali kita belajar dari orang-orang
cina. Mulai dari sikap cara pandang maupun tindakan diatas dapat kita
aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sudah terlalu jauh tertinggal dengan
orang-orang cina, dan hampir dalam segala hal kita tergantung dengan cina. Dan yang
sangat menyedihkan kita hanya jadi penonton, menjadi kuli dinegeri sendiri.
Saatnya kita bangkit, belajar, terus
berusaha. Bergerak...bergerak...bergerak! Bagaimana mungkin kita mau
mengalahkan dominasi kesuksesan orang-orang cina, jika kita tak belajar dari
kesuksesan orang cina. Minimal kita tidak ketergantungan dengan orang-orang
cina. Ingin sukses, cukup belajar dari orang-orang cina.
“Peluang
bisa datang kapan saja,
maka
jadilah orang yang mampu mengkonversikan peluang menjadi kemenangan”
By. Zainul Rifqi
Sumber :
-Liana Devi P. Kitab Feng Sui
Bisnis, penerbit Araska. Jogyakarta 2015
- Xiang Xi. Membongkar Mitos
Feng Sui. Penerbit BIP
-http://www.idntimes.com/fajarnurmanto/kenapa-orang-cina-bisa-kaya-dan-sukses-ini-rahasianya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar