Rabu, 17 Agustus 2016

Belajar dari Orang Cina



INGIN SUKSES, CUKUP BELAJAR DARI ORANG CINA

 
 
“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.” Begitulah isi pesan hadits populer yang sering kita dengar. Tak perlu diperdebatkan, apakah hadits ini kuat atau lemah? Ataukah ini hanyalah sebuah pribahasa.? Yang pasti kita bisa mengambil hikmah dibalik pesan ini, bahwa bangsa cina adalah bangsa yang beradab, maju dan berilmu pengetahuan.

Tak perlu diragukan lagi kesuksesan orang-orang cina dalam segala bidang usaha yang digelutinya. Menurut data, lebih dari 100 perusahaan besar yang ada diasia tenggara dikuasai oleh orang cina. Bahkan khusus di indonesia menurut kajian Fujitsu Research di Tokyo mengemukankan bahwa daftar perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, sekitar 73% dikuasai oleh etnis cina. Meskipun hanya etnis minoritas dan perantau tapi mereka mampu mendominasi, terutama dalam bidang perdagangan. Hal inilah mungkin yang menjadi semangat hidup orang-orag cina. 

Strategi untuk bertahan hidup sebagai etnis minoritas satu-satunya adalah menjadi pedagang atau berwirausaha. Sebab orang-orang cina dahulu tidak mempunyai lahan pertanian yang memberi mereka jaminan hidup. Mereka hanya butuh lahan dengan lokasi yang strategis untuk membuka lahan perdagangan. Tidak jarang tempat orang cina berdagang hanya diatas tanah dengan luas 6 x 9 meter. Akan tetapi lahan yang relatif sempit itu mampu dijadikan tempat berdagang dan mampu menghidupi seluruh keluarga.
Lalu apa rahasianya orang-orang cina sukses?
 
Rahasia membuat orang-orang cina sukses dalam setiap kehidupan mereka yaitu yaitu “motivasi dan kemampuan”. Ketika motivasi dan kemampuan sudah menjadi satu-kesatuan bulat dalam pribadi seseorang, maka tak ada alasan untuk seorang tersebut gagal. orang-orang cina selalau menjaga dan melestarikan ajaran leluhur mereka. Sikap orang-orang cina ini disemangati oleh triologi ajaran konfisius yaitu :

1.      Hopeng yaitu cara berhubungan baik dengan relasi. Tanpa hubungan yang baik dengan relasi, maka dapat dipastikan apapun usaha yang sedang dibangun tidak akan berkembang. Hopeng disini dimaksudkan adalah menjalin dan menjaga silaturahmi dengan setiap orang, terutama menyangkut dengan orang-orang yang bidang usahanya sama.

2.      Hong Sui yaitu kepercayaan pada faktor-faktor ilmiah yang menunjang nasib baik dan buruk manusia. Hong Sui dapat dimaknai suatu bakat/potensi/skill seseorang. Orang cina percaya bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, Ketika seseorang mampu menggunakan kelebihan bakat atau potensi yang dimilikinya maka kesuksesan akan mudah diraihnya.

3.      Hokie yaitu menyangkut peruntungan dan nasib baik. Hokie dipersepsikan bagaimana menyiasati nasib agar selalu mendapat nasib baik. Orang-orang cina sangat meyakini bahwa setiap jalan menuju kesuksesan pasti akan begitu banyak halangan maupun rintangan yang akan dihadapi. Disinilah orang-orang cina berusaha mencari solusi agar apa yang sedang diusahakan tidak mengalami kegagalan yang total. Gagal berapa kali bagi orang cina tidak berarti gagal untuk seterusnya, asalkan tidak gagal total. Prinsip orang cina “kalaupun kita tidak berhasil, minimal kita tidak jatuh dalam kegagalan yang total”.

Selain dari ajaran konfisius diatas, orang-orang cina juga mengaplikasikan prinsip-prinsip ajaran dari Tao Zhu Gong.  Tao Zhu Gong adalah seoarang ahli strategi militer yang mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai perdana menteri dan memutuskan untuk menjadi seorang pembisnis. Berbekal pengalamannya sebagai ahli strategi militer akhirnya Tao Zhu Gong mampu menjadi pengusaha sukses dizamannya dan mendapat julukan taipan multi milioner. Ia membangun kekayaannya setara dengan kekayaan Bill Gate dizaman modern sekarang ini. Lalu apa prinsip-prinsip Tao zhu gong terebut? Ada dua belas prinsip-prinsip bisnis tao zhu gong yaitu :
1.         kemampuan mengenali orang,
2.         Kemampuan  menangani orang,
3.         Kemampuan berfokus pada bisnis
4.         Kemampuan mengorganisasi
5.         Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel
6.         Kemampuan menagih pembayaran
7.         Kemampuan memperkejakan orang yang tepat
8.         Kemampuan berbicara
9.         Kemampuan unggul dalam pembelian
10.     Kemampuan mendiagnosis dan mengambil peluang
11.     Kemampuan memulai dan menjadi contoh
12.     Kemampuan melihat jauh kedepan

Orang cina sangat memegang filosofi gaya hidup mereka. mereka cenderung rajin dan ulet. Selain itu mereka hidup sederhana dan hemat. Mereka sangat memegang pribahasa “pengeluaran disesuaikan dengan pemasukan”.
Selain itu juga orang-orang cina selalu berusaha menjaga kepercayaan pelanggan maupun rekan bisnisnya. Kepercayaan inilah yang menjadi penentu sukses orang cina dalam setiap usahanya. Bekerja keras, membuka peluang dan berani mengambil risiko merupakan kunci keberhasilan. Dan kegagalan sangat ditentukan oleh sikap, usaha serta keyakinan.

*****

Akhir cerita inilah sekilas tips, mengapa orang-orang cina bisa sukses. Sangat perlu sekali kita belajar dari orang-orang cina. Mulai dari sikap cara pandang maupun tindakan diatas dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sudah terlalu jauh tertinggal dengan orang-orang cina, dan hampir dalam segala hal kita tergantung dengan cina. Dan yang sangat menyedihkan kita hanya jadi penonton, menjadi kuli dinegeri sendiri.
Saatnya kita bangkit, belajar, terus berusaha. Bergerak...bergerak...bergerak! Bagaimana mungkin kita mau mengalahkan dominasi kesuksesan orang-orang cina, jika kita tak belajar dari kesuksesan orang cina. Minimal kita tidak ketergantungan dengan orang-orang cina. Ingin sukses, cukup belajar dari orang-orang cina.

“Peluang bisa datang kapan saja,
maka jadilah orang yang mampu mengkonversikan peluang menjadi kemenangan”

By. Zainul Rifqi

Sumber :
-Liana Devi P. Kitab Feng Sui Bisnis, penerbit Araska. Jogyakarta 2015
- Xiang Xi. Membongkar Mitos Feng Sui. Penerbit BIP
-http://www.idntimes.com/fajarnurmanto/kenapa-orang-cina-bisa-kaya-dan-sukses-ini-rahasianya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar