Apa yang menarik dari buku The Swordless
Samurai?
“Siapapun dapat mencapai kesuksesan tertinggi,
kekurangan bukanlah pengahalang untuk meraih
kesuksesan”
Buku the Swordles Samurai ini sangat cocok untuk
dijadikan bahan referensi bagi seorang pemimpin. Entah pemimpin keluarga,
kepala desa, direktur sebuah perusahaan, ataupun pemimpin suatu negara. Didalam buku ini menceritakan sejarah tentang seorang
pemimpin jepang abad xvi namanya Toyotomi Hideyoshi. Ia merupakan tokoh
pemimpin luar biasa hebatnya
dalam sejarah Jepang.
perjalanan hidupnya dimulai dari nol hingga mencapai puncak prestasinya. Berlatar
belakang dari keluarga petani, berparas jelek, tubuh pendek, telinga yang
lebar, kurus_sehingga dia dijuluki orang-orang “monyet”
Namun pada
kenyataannnya, kekurangan hidupnya tidak
menjadikannya Hideyoshi pasra akan nasib hidup yang membelitnya. Kemiskinan yang melilit hidupnya dijadikannya
sebagai sebuah keberuntungan. Sejarah membuktikan, Hideyoshi mampu meraih
puncak karier gemilang hingga sampai menjadi wakil kaisar (shogun) bukan berdasarkan garis keturunan, melainkan dari
kecerdikan akalnya. Ia mengubah paradigma masyarakat jepang yang sebelumnya
lebih mengandalkan kekuatan pedang (samurai) ketimbang akal. Dalam pandangan Hideyoshi “Siasat
adalah hal yang terpenting dalam perang! Bertempur nomor dua. Alih-alih
menggunakan pedang untuk memenggal kepala musuh, gunakan kepala kalian untuk
memenggal pedangnya”. Dari
sinilah hingga Hideyoshi dijulukan sebagai the
swordless samurai.
Apa saja kunci Hideyoshi hingga mencapai puncak
Prestasi?
1.
Tujuan
Hidup :
Pemimpin
adalah seorang yang memiliki visi jelas tentang masa depan yang lebih baik, Dalam
bahasa Hideyoshi, Terbayangkan
Berarti Terjangkau. Artinya, membayangkan/mengkhayalkan sesuatu yang
benar-benar mungkin terjadi. Tahu apa langkah pertama yang harus ditempuh.
Ibarat seseorang yang ingin menempuh perjalanan maka ia harus mempunyai tujuan.
Sebab bagi Hideyoshi, kegagalan manusia lebih sering disebabkan oleh ketiadaan
tujuan yang jelas dibandingkan dengan ketiadaan kemampuan. Keberuntungan
mempengaruhi segalanya dalam hidup, tapi tidak bisa mengalahkan tujuan yang
terencana serta perjuangan dan pengorbanan untuk mencapainya.
2.
Mengenali
bakat yang dimiliki.
Dalam percakapan
dengan pengikutnya, Hideyoshi mengatakan“Aku
tidak mahir dalam seni berpedang, bahkan ronin kelas tiga sanggup mengalahkanku
dalam perkelahian jananan! Aku sadar aku harus menggunakan otak daripada
tubuhku”. Keberhasilan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia muncul karena
pengabdian seseorang dalam mengerahkan bakat (ketrampilan) yang dimiliki dan usahanya
sendiri. Seseorang tak bisa mengharapkan akan disegani orang lain, tanpa mengembangkan dan menguatkan kemampuannya
sendiri. Dan itu yang membuatnya meraih keberuntungan.
3.
Dedikasikan
hidupmu kepada orang lain.
Dedikasi
kepada orang lain akan membuat orang lain berdedikasi kepadamu, hanya pengikut
yang berdedikasi yang akan menghantarkanmu kepada tampuk kesuksesan. Orang-orang
yang sinis kebanyakan mereka yang memandang penghargaan kerja keras dan
pengabdian adalah hal yang sederhana yang tidak perlu mendapatkan perhatian. Perhatikanlah
bahwa pengabdian kepada orang tua, anak,
atasan dan bawahan akan berbalik menguntukngkan mereka yang mengabdi hingga
ratusan kali lipat. Oleh karena itu, Jika kau berhastrat untuk memiliki
pengikut setia, terapkan pengabdian untuk itu “Dedikasikan dirimu pada orang
lain”.
4.
Selalu Bersyukur
Rasa Syukur
akan membuat kita bahagia. Sebab rasa bersyukur itu akan mendatangkan
keberuntungan, dan setiap kata dan perbuatan baik yang dilakukan seseorang akan
mendatangkan kebaikan (balik) kepadanya. Dalam pandangan Hideyoshi, makna kehidupan bukanlah untuk dilayani,
tetapi melayani. Dan hanya jiwa yang bersyukurlah yang bisa memberi pelayanan
seperti seharusnya. Perhatikanlah, mereka yang tidak bersyukur adalah mereka
yang tidak bahagia
5.
Kerja Maksimal
Usaha
akan menentukan hasil. Usaha setengah-setengah akan membuahkan hasil setengah,
usaha baik membuahkan hasil baik, tapi usaha yang luar biasa akan membuahkan
hasil yang luar biasa. Usaha luar biasa itulah satu cara untuk mendapatkan
keberuntungan. Hideyoshi menyatakan,
akan mengabdikan tubuh dan jiwanya untuk setiap tugas yang diberikan kepadanya,
tak pedui betapa pun sulitnya. Semua dilakukannya dengan perasaan gembira.
6.
Kerjasama
Kerjasama
akan melahirkan keberhasilan. Sebab, di mata Hideyoshi, tak ada seseorang yang
bisa berhasil meraih puncak prestasi dengan sendirian. Ia selalu membutuhkan
bantuan dan uluran tangan orang lain. Seorang pemimpin dapat meraih jabatan
tinggi, lantaran bantuan dari mitra dan bawahan. Jadi, kerjasama adalah salah
satu kunci yang akan menyelamatkan seseorang dari kegagalan. Dengan kerjasama, jalan keberuntungan itu bisa diraih.
7.
Fokus
Melayani untuk mendapatkan kesetiaan
Ingatlah
rahasia dalam melayani adalah kesampingkan kepentinganmu sendiri demi
kepentingan orang banyak. Jadikan orang-orang disekitarmu setia kepadamu,
bahkan ke neraka sekalipun. Tetapi jika engkau memimpin dengan kebencian dan
keangkuhan mereka akan meninggalkanmu begitu ada kesempatan. Mereka yang takut
padamu mungkin akan mengikuti perintahmu, tapi mereka tidak akan pernah setia.
Kalau kau menempatkan dirimu diatas pekerja, ketika nasib berbalik mereka pasti
akan melawanmu.
8.
Menjaga
Loyalitas :
Tidak
ada tanaman yang bakal tumbuh dilahan yang tidak terawat. Pohon apapun yang
terkuatpun akan roboh jika tanah tidak memberinya makan. Siapapun yang engkau
temui dalam perjalan menuju puncak karirmu, dari prajurit yang paling rendahpun
sampai pejabat yang paling berkuasa adalah tanah tempat kariermu bakal tumbuh_
atau bakal layu dan mati. Jaga hubungan
dengan orang yang kau temui, dan suatu saat nanti mereka akan
membantumu. Jadilah seorang pemimpin, bukan seorang atasan. Hideyoshi
mengajarkan rahasia penting yaitu mempererat hubungan dengan orang lain
siapapun orangnnya.
9.
Berani
Mengambil Risiko
Kepemimpinan berarti
mengambil risiko. Kebesaran seorang pemimpin diukur dari seberapa besar
kemauanmu menerima tantangan yang akan dihadapi. Raihlah tujuan yang
berat dengan melaksanakan komitmen. Pertaruhkan semua untuk memenangkan
semua. Hideyoshi mengatakan “Kita tidak dapat memilih apa yang disodorkan
takdir untuk kita. Tapi kita bisa memilih bagaimana cara menghadapinya dan
berjuang untuk mendapatkan kemungkinan terbaik yang bisa diraih”. Pemimpin bagaikan kapten kapal. Kau tidak bisa
mengendalikan empasan ombak yang ganas. Tapi kau bisa memilih jalur yang
akan membawa semuanya bukan hanya tempat
yang lebih aman, tapi juga tujuan yang lebih baik.
10. Fokus
Memberi
Pemimpin yang baik
memahami hubungan timbal balik, fokuslah pada tindakan member bukan menerima. Kau harus mengetahui apa yang diinginkan oleh orang lain, masuklah ke stuasi orang lain dan pandanglah masalah
dari sisi bahwa setiap orang harus
diperlakukan sama. Dengarkan dengan seksama hal-hal yang ingin ia
sampaikan.
11. Jalanilah
Proses
Pemimpin yang hebat bisa
berkembang dari awal yang paling biasa sampai pada yang luar biasa. Bukan dihasilkan
dari proyek instan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar