Sabtu, 13 Agustus 2016

Belajar dari The Swordless Samurai, Mengubah Kekurangan Menjadi Kemenangan



Apa yang menarik dari buku The Swordless Samurai?

“Siapapun dapat mencapai kesuksesan tertinggi,
kekurangan bukanlah pengahalang untuk meraih kesuksesan”

Buku the Swordles Samurai ini sangat cocok untuk dijadikan bahan referensi bagi seorang pemimpin. Entah pemimpin keluarga, kepala desa, direktur sebuah perusahaan, ataupun pemimpin suatu negara. Didalam buku ini menceritakan sejarah tentang seorang pemimpin jepang abad xvi namanya Toyotomi Hideyoshi. Ia merupakan tokoh pemimpin luar biasa hebatnya dalam sejarah Jepang. perjalanan hidupnya dimulai dari nol hingga mencapai puncak prestasinya. Berlatar belakang dari keluarga petani, berparas jelek, tubuh pendek, telinga yang lebar, kurus_sehingga dia dijuluki orang-orang “monyet”

Namun pada kenyataannnya, kekurangan hidupnya  tidak menjadikannya Hideyoshi pasra akan nasib hidup yang membelitnya.  Kemiskinan yang melilit hidupnya dijadikannya sebagai sebuah keberuntungan. Sejarah membuktikan, Hideyoshi mampu meraih puncak karier gemilang hingga sampai menjadi wakil kaisar (shogun) bukan berdasarkan garis keturunan, melainkan dari kecerdikan akalnya. Ia mengubah paradigma masyarakat jepang yang sebelumnya lebih mengandalkan kekuatan pedang (samurai) ketimbang akal. Dalam pandangan Hideyoshi “Siasat adalah hal yang terpenting dalam perang! Bertempur nomor dua. Alih-alih menggunakan pedang untuk memenggal kepala musuh, gunakan kepala kalian untuk memenggal pedangnya”. Dari sinilah hingga Hideyoshi dijulukan sebagai the swordless samurai.


Apa saja kunci Hideyoshi hingga mencapai puncak Prestasi?

1.      Tujuan Hidup :
Pemimpin adalah seorang yang memiliki visi jelas tentang masa depan yang lebih baik, Dalam bahasa  Hideyoshi, Terbayangkan Berarti Terjangkau. Artinya, membayangkan/mengkhayalkan sesuatu yang benar-benar mungkin terjadi. Tahu apa langkah pertama yang harus ditempuh. Ibarat seseorang yang ingin menempuh perjalanan maka ia harus mempunyai tujuan. Sebab bagi Hideyoshi, kegagalan manusia lebih sering disebabkan oleh ketiadaan tujuan yang jelas dibandingkan dengan ketiadaan kemampuan. Keberuntungan mempengaruhi segalanya dalam hidup, tapi tidak bisa mengalahkan tujuan yang terencana serta perjuangan dan pengorbanan untuk mencapainya.


2.      Mengenali bakat yang dimiliki.
Dalam percakapan dengan pengikutnya, Hideyoshi mengatakan“Aku tidak mahir dalam seni berpedang, bahkan ronin kelas tiga sanggup mengalahkanku dalam perkelahian jananan! Aku sadar aku harus menggunakan otak daripada tubuhku”. Keberhasilan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia muncul karena pengabdian seseorang dalam mengerahkan bakat (ketrampilan) yang dimiliki dan usahanya sendiri. Seseorang tak bisa mengharapkan akan disegani orang lain, tanpa  mengembangkan dan menguatkan kemampuannya sendiri. Dan itu yang membuatnya meraih keberuntungan.


3.      Dedikasikan hidupmu kepada orang lain.
Dedikasi kepada orang lain akan membuat orang lain berdedikasi kepadamu, hanya pengikut yang berdedikasi yang akan menghantarkanmu kepada tampuk kesuksesan. Orang-orang yang sinis kebanyakan mereka yang memandang penghargaan kerja keras dan pengabdian adalah hal yang sederhana yang tidak perlu mendapatkan perhatian. Perhatikanlah bahwa pengabdian kepada  orang tua, anak, atasan dan bawahan akan berbalik menguntukngkan mereka yang mengabdi hingga ratusan kali lipat. Oleh karena itu, Jika kau berhastrat untuk memiliki pengikut setia, terapkan pengabdian untuk itu “Dedikasikan dirimu pada orang lain”.

4.      Selalu Bersyukur
Rasa Syukur akan membuat kita bahagia. Sebab rasa bersyukur itu akan mendatangkan keberuntungan, dan setiap kata dan perbuatan baik yang dilakukan seseorang akan mendatangkan kebaikan (balik) kepadanya. Dalam pandangan Hideyoshi,  makna kehidupan bukanlah untuk dilayani, tetapi melayani. Dan hanya jiwa yang bersyukurlah yang bisa memberi pelayanan seperti seharusnya. Perhatikanlah, mereka yang tidak bersyukur adalah mereka yang tidak bahagia

5.      Kerja Maksimal
Usaha akan menentukan hasil. Usaha setengah-setengah akan membuahkan hasil setengah, usaha baik membuahkan hasil baik, tapi usaha yang luar biasa akan membuahkan hasil yang luar biasa. Usaha luar biasa itulah satu cara untuk mendapatkan keberuntungan. Hideyoshi menyatakan, akan mengabdikan tubuh dan jiwanya untuk setiap tugas yang diberikan kepadanya, tak pedui betapa pun sulitnya. Semua dilakukannya dengan perasaan gembira.

6.      Kerjasama
Kerjasama akan melahirkan keberhasilan. Sebab, di mata Hideyoshi, tak ada seseorang yang bisa berhasil meraih puncak prestasi dengan sendirian. Ia selalu membutuhkan bantuan dan uluran tangan orang lain. Seorang pemimpin dapat meraih jabatan tinggi, lantaran bantuan dari mitra dan bawahan. Jadi, kerjasama adalah salah satu kunci yang akan menyelamatkan seseorang dari kegagalan. Dengan kerjasama,  jalan keberuntungan itu bisa diraih.

7.      Fokus Melayani untuk mendapatkan kesetiaan
Ingatlah rahasia dalam melayani adalah kesampingkan kepentinganmu sendiri demi kepentingan orang banyak. Jadikan orang-orang disekitarmu setia kepadamu, bahkan ke neraka sekalipun. Tetapi jika engkau memimpin dengan kebencian dan keangkuhan mereka akan meninggalkanmu begitu ada kesempatan. Mereka yang takut padamu mungkin akan mengikuti perintahmu, tapi mereka tidak akan pernah setia. Kalau kau menempatkan dirimu diatas pekerja, ketika nasib berbalik mereka pasti akan melawanmu.
8.      Menjaga Loyalitas :
Tidak ada tanaman yang bakal tumbuh dilahan yang tidak terawat. Pohon apapun yang terkuatpun akan roboh jika tanah tidak memberinya makan. Siapapun yang engkau temui dalam perjalan menuju puncak karirmu, dari prajurit yang paling rendahpun sampai pejabat yang paling berkuasa adalah tanah tempat kariermu bakal tumbuh_ atau bakal layu dan mati. Jaga hubungan  dengan orang yang kau temui, dan suatu saat nanti mereka akan membantumu. Jadilah seorang pemimpin, bukan seorang atasan. Hideyoshi mengajarkan rahasia penting yaitu mempererat hubungan dengan orang lain siapapun orangnnya.
9.      Berani Mengambil Risiko
Kepemimpinan berarti mengambil risiko. Kebesaran seorang pemimpin diukur dari seberapa besar kemauanmu menerima tantangan yang akan dihadapi. Raihlah tujuan yang berat dengan melaksanakan komitmen. Pertaruhkan semua untuk memenangkan semua. Hideyoshi mengatakan “Kita tidak dapat memilih apa yang disodorkan takdir untuk kita. Tapi kita bisa memilih bagaimana cara menghadapinya dan berjuang untuk mendapatkan kemungkinan terbaik yang bisa diraih”. Pemimpin bagaikan kapten kapal. Kau tidak bisa mengendalikan empasan ombak yang ganas. Tapi kau bisa memilih jalur yang akan  membawa semuanya bukan hanya tempat yang lebih aman, tapi juga tujuan yang lebih baik.

10.  Fokus Memberi
Pemimpin yang baik memahami hubungan timbal balik, fokuslah pada tindakan member bukan menerima. Kau harus mengetahui apa yang diinginkan oleh orang lain, masuklah ke stuasi orang lain dan pandanglah masalah dari sisi bahwa setiap orang harus diperlakukan sama. Dengarkan dengan seksama hal-hal yang ingin ia sampaikan.

11.  Jalanilah Proses
Pemimpin yang hebat bisa berkembang dari awal yang paling biasa sampai pada yang luar biasa. Bukan dihasilkan dari proyek instan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar